Lari Bersama Arus

oleh - Senin, Oktober 24, 2022

  

Bodoh kalau dipikir, mengikuti arus yang banyak dilalui orang. Yang penting bahagia katanya. Tapi mengapa harus mengikuti dominan, jika mereka bisa kita abaikan? Bukankah bahagia yang kau maksud itu hanya pengakuan orang kebanyakan? Jangan bersikap naif, kamu sama sepertiku yang pandai berpretensi agar dapat secuil atensi bukan?

Gembor lelah agar mereka semua tau adalah tindakan yang kukira tak dapat diuntung. Sedikit-sedikit mungkin tak apa. Semua kemudahan akses dan menjalani hidup masa ini membuatnya culas. Terkadang, hal ini dilakukan demi alasan kedekatan. Tapi kutanya sekali lagi, apakah itu membuatmu senang? Jika iya, lanjutkan. Jika tidak, apa yang sebenarnya kau lakukan?

Aku tidak mengatakan eskapismemu buruk, tapi bagaimana jika hal itu justru membuatmu lelah? Ironi bukan? Cukup dengan semua ini, aku kira itu tidak bisa disebut pelarian. Cobalah pergi ke luar menikmati apa yang sebenarnya dunia punya, lupakan semua yang kau usap itu. 

Haha! Sombong sekali diriku menggurui hingga lupa tentang diri sendiri. Huh, atau mungkin bualan ini untuk nasihat pribadi? Entahlah.

tulisan lainnya

0 Komentar